Pages

Wednesday, February 23, 2011

Oral exam on Energy finance must be excitable

I do not have any idea of how it will be with the exam and I myself did not ever tried this way of examination. Maybe it worth for the class which have several students like what I am now (just me in this special course) but it is not working for the group of more than 100 students in one time as what I have experienced while teaching in the university.

Until now, I have completed all chapters as required in Stochastic Modeling of Electricity and Related Markets with emphasizing on Chapter 1, 6, 7 and 8. Most all parts in the chapters can be well understood  however some technical parts need more clarification with the empirical cases even the descriptive statistics can be explain explicitly if we are working in depth. I have asked this problem to my principal supervisor Prof. Fred, but he sincerely noted me not to go too far which leads to complexity task.

Chapter 1 gives the introduction to the overall, discussing about the problem in modeling the energy market in which the market (specific on futures contract) is different to other commodity market having fixed settlement date. On the contrary, we can see that the commodity is settled over the period of time (time interval which the energy is delivered continuously). Other stylized fact that  ruin the modeling of the commodity market are low storage possibilities (since the consumer cannot store the electricity and producer may store in reservoir (hydro-based) and gas (for thermal-based))  and mainly cause of seasonality (maybe spikes in short-end). The utility of electricity much more depend on temperature while people consume more for heating in winter season and cooling in summer. This means that the electricity prices are strongly correlated to the seasonality. 

Next week will be a meeting with Fred regarding the exam (this meeting supposed to be in this week but he is going to skiing on a mountain), so I need to wait for him. This post is just for relaxing my mind after (etter-in Norge) a heavy reading on his book as one technique of memorizing. I will continue with the next chapter tomorrow that will be more interesting chapter to be discussed (probably for mathematicians and maybe for financial practice). 

Wassalam.

Saturday, February 05, 2011

Apa yang dicari?

Seteguk demi seteguk air susu, daripada panas sudah beransur suam namun masih juga belum habis. Tatkala gelap sudah semakin pekat, waktu sudah semakin meningkat dan semakin pudarnya keringat, tetapi mata masih terkangkang luas. Masih belum ada tanda-tanda untuk tidur. Mungkin ini mata orang Melayu yang cukup susah untuk tidur awal kerana membayangkan Malaysia sudah bangun untuk menunaikan solat fardhu Subuh. Apa istimewanya kami di sini dengan bezanya waktu tujuh jam terkebelakang dari Malaysia, dengan suhunya yang sangat sejuk dan jalan yang kadangkala licin apabila salji membeku? Mungkin ini fenomena sementara dan azalinya dari dulu, tidak mungkin sama.

Kerana hari esok masih belum pasti, lusa belum tentu menanti dan tulat mungkin jadi, kerana apa kami di sini? Menadahkan waktu tersisa di bumi asing, mempertaruhkan kehidupan yang selesa di Malaysia dan memperdagangkan nasib demi masa depan untuk apa? Perjalanannya masih jauh, bukan untuk dilihat pada hari esok, bukan untuk dipertonton pada bulan hadapan dan bukan untuk dipersembahkan pada tahun akan datang. Apa yang bawa kami ke sini? Keseronokan berada di bumi asingkah yang pernah suatu masa dulu kami bayangkan? Bukan. Mungkin ingin merasa bagaimana belajar di negara Eropah yang dikatakan tinggi mutunya? Mungkin ya. Tetapi kenapa mungkin? Masih ada lagikah jawapan lain yang lebih tepat selain dari ini? Jawapannya... mungkin.

Hari demi hari, keluarnya dari pagi dan balik tatkala cahaya bulan menerangi, minggu demi minggu, bulan bersilih ganti, rasanya ada sesuatu yang sangat bernilai ingin dicari. Hilangkah ia? Ke mana hendak di cari? Bagaimana cara mencari? Meraba dalam kelam, menyuluh dalam suram atau bagaimana? Jawabnya... Terpulang. Jalannya mungkin berbeza, dan sesekali tidak akan sama. Kalau suram... terang kan, kalau gelap, suluh kan. Jangan meraba dalam gelap, bimbang terjumpa dengan yang lain.

Bagaimana dengan diri sendiri? Keluarga? Ermm.. Jangan difikirkan lagi. Semua sudah tersedia, teruskan melangkah dan ketetapan hidup, perjalanan sudah dirancang. Tidak perlu difikir apa akan jadi kerana itu bukan kerja kita. Itu kerja 'Dia'.. Jadi APA KERJA KITA? Wallahua'lam.